Ditulis ust Arifin Ilham stlh mendengar bayan Maghrib KH Uzairon Thoifur Abdullah pimpinan Ponpes Alfatah,Temboro,Magetan,Jawa Timur) di Masjid Azzikra... smg bermanfaat.
1.Siapa yg meremehkan shalat,sekedar sekedar sholat membiarkan belum khusyu tanpa usaha memperbaiki, mengulur ulur waktu shalat maka ia meremehkan Allah dan Allahpun meremehkan keadaan dirinya.
2.Hamba Allah yg paling bahagia dmuka bumi adalah hamba yg baik sangka kpd Allah dan kpd makhluk Allah.
3.Amal yg sungguh2 disertai doa sangat mustajab.
4.Nabi Yunus ktk gagal dakwah tdk menyalahkan umatnya,tp muhasabah diri dg bertaubat dan minta ampun kpd Allah.
5.Kalau kalian sungguh2 taat kpd Allah,pasti hidup kalian baik.Kalau kalian taat,maka kalian dlm hidayah Allah(QS 24:54) sebaliknya kalau maksiyat walau sukses,pasti akhirnya sangat menyesal(QS 32:12)
6.Subhanallah ternyata asal tikus dan manusia dari bahan yg sama yaitu tanah,lalu apa yg disombongkan?
7.Jadilah hamba Allah yg hebat tawakkalnya kpd Allah,niscaya kalian menjadi aqwannaasi, manusia yg paling kuat(QS 63:3)
8.Rasulullah mengingat atas nikmat Allah yg Allah berikan kepada hamba,lalu hamba itu membaca Maa syaa Allah Laa hawla walaaquwwata illa billahi, maka Allah jaga nikmat itu hambanya.
9.Hamba Allah yg senang hati hidup dalam sunnah nabi maka banyak doa mustajab dan pertolongan Allah yg ia terima.
10.Jangan sekali kali membanggakan diri walau tampak hidup dalam berkah Allah.
Jangan sekali kali membanggakan diri walau tampak hidup dalam berkah Allah.
Inilah diantara hikmah yg mampu kucatat utk memperbaiki diriku yg banyak dosa ini. Semoga Allah hidupkan kita dalam kesenangan perbaikan dan kebaikan dan semoga Allah memberkahi sisa2 umur kita dg hidayah yg semakin taat padaNya...
Rabu, 05 Februari 2014
Minggu, 02 Februari 2014
Mari Kita Perbaiki
Mari Kita Perbaiki… “Allahumma yassir wala tu’assir?!”
Seringkali kita melihat orang memasang status doa seperti di atas.
Tahukah kita artinya? “Ya Allah permudahlah & jangan Engkau persulit!”
Pantaskah kita memanjatkan doa seperti ini kepada اَللّهُ ?
Sedangkan Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda -dalam salah satu doa istiftah beliau-,
“dan kebaikan semuanya berada di kedua tanganMu, dan kejahatan/ keburukan tidak dinisbatkan kepadaMu,,”
Dan Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wasallam- telah mengajarkan doa yg jauh lebih baik yaitu..
DO’A KETIKA MENGHADAPI KESULITAN
اَللَّهُمَّ لا سَهْلَ إِلاَّ مَا جَعَلْتَهُ سَهْلاً وَ أَنْتَ تَجْعَلُ الْحَزْنَ إِذَا شِئْتَ سَهْلاً
( “Allahumma laa sahlaa illaa maa ja’altahu sahlaa wa anta taj’alul hazna idza syi’ta sahlaa” )
“Yaa Allah, tidak ada kemudahan kecuali apa yang Engkau jadikan mudah. Sedang yang sulit bisa Engkau jadikan mudah, apabila Engkau menghendakinya menjadi mudah.”
[HR. Ibnu Hibban dalam kitab shohihnya no.2427. Dishohihkan oleh 'Abdul Qodir Al-Arnauth dalam takhrij Al-Adzkar An-Nawawi hal.187. Lihat As-Silsilah Hadits Ash-Shohihah no.2886. Dikutip dari buku "DO'A & WIRID" karya Al-Ustadz Yazid bin 'Abdul Qodir Jawas
Mari kita lihat kalimat ini ⇨Allahumma yassir wala tu’assir..
Dalam sebuah riwayat yg shahih..
Nabi -shallallahu ‘alaihi wasallam berkata kepada beberapa da’I yang diutus beliau صلى اللّه عليه وسلم untuk mensyiarkan dakwah agama yg mulia ini.
“Yassiruu walaa tu’assiruu,, basyiruu walaa tunaffiruu,,
”Permudahlah, jangan dipersulit,, berilah kabar gembira,jangan ditakut-takuti. .”
Ternyata..
Itu bukanlah doa. Tetapi nasehat buat para da’I.
Jika ini ditujukan kepada اَللّهُ سبحانه وتعالى maka salah penempatannya, karena اَللّهُ سبحانه وتعالى tidak akan mempersulit hamba-Nya ϑεηgαη ke Maha Rahman ϑαή RahimNya.
Semoga bermanfaat .
Berbagi fawaidh dari kajian أُسْتَاذُ Ali Bawazier حفظه الله ..
Seringkali kita melihat orang memasang status doa seperti di atas.
Tahukah kita artinya? “Ya Allah permudahlah & jangan Engkau persulit!”
Pantaskah kita memanjatkan doa seperti ini kepada اَللّهُ ?
Sedangkan Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda -dalam salah satu doa istiftah beliau-,
“dan kebaikan semuanya berada di kedua tanganMu, dan kejahatan/ keburukan tidak dinisbatkan kepadaMu,,”
Dan Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wasallam- telah mengajarkan doa yg jauh lebih baik yaitu..
DO’A KETIKA MENGHADAPI KESULITAN
اَللَّهُمَّ لا سَهْلَ إِلاَّ مَا جَعَلْتَهُ سَهْلاً وَ أَنْتَ تَجْعَلُ الْحَزْنَ إِذَا شِئْتَ سَهْلاً
( “Allahumma laa sahlaa illaa maa ja’altahu sahlaa wa anta taj’alul hazna idza syi’ta sahlaa” )
“Yaa Allah, tidak ada kemudahan kecuali apa yang Engkau jadikan mudah. Sedang yang sulit bisa Engkau jadikan mudah, apabila Engkau menghendakinya menjadi mudah.”
[HR. Ibnu Hibban dalam kitab shohihnya no.2427. Dishohihkan oleh 'Abdul Qodir Al-Arnauth dalam takhrij Al-Adzkar An-Nawawi hal.187. Lihat As-Silsilah Hadits Ash-Shohihah no.2886. Dikutip dari buku "DO'A & WIRID" karya Al-Ustadz Yazid bin 'Abdul Qodir Jawas
Mari kita lihat kalimat ini ⇨Allahumma yassir wala tu’assir..
Dalam sebuah riwayat yg shahih..
Nabi -shallallahu ‘alaihi wasallam berkata kepada beberapa da’I yang diutus beliau صلى اللّه عليه وسلم untuk mensyiarkan dakwah agama yg mulia ini.
“Yassiruu walaa tu’assiruu,, basyiruu walaa tunaffiruu,,
”Permudahlah, jangan dipersulit,, berilah kabar gembira,jangan ditakut-takuti. .”
Ternyata..
Itu bukanlah doa. Tetapi nasehat buat para da’I.
Jika ini ditujukan kepada اَللّهُ سبحانه وتعالى maka salah penempatannya, karena اَللّهُ سبحانه وتعالى tidak akan mempersulit hamba-Nya ϑεηgαη ke Maha Rahman ϑαή RahimNya.
Semoga bermanfaat .
Berbagi fawaidh dari kajian أُسْتَاذُ Ali Bawazier حفظه الله ..
Jumat, 24 Januari 2014
Kencing Manis
Biji rambutan (5 biji), stlh di cuci bersih, di iris tps2 dl..baru digoreng sangrai/sangran (oseng kering tanpa minyak), dgn api kcl spy tdk cpt gosong, di bolak balik, lalu di ulek/digiling sampai menjadi serbuk. Kemudian, diseduh dengan satu cangkir air panas. Setelah dingin, saring, airnya diminum sekaligus. Lakukan 1-2 kali sehari.
Do'a Sebelum Makan
الَّلهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيمَا رَزَقْتَنَا، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
"Allahumma baarik lanaa fiima razaqtanaa waqinaa adzaa ban-naar"
Artinya :
Yaa Allah, berkatilah rezeki yang engkau berikan kepada kami, dan peliharalah kami dari siksa api neraka.
Muhammad Soleh at 10:17 PM
Minggu, 19 Januari 2014
Dr. Eka Julianta Wahjoepramono Sp BS
Aku Bisa! menulis catatan baru: WSC Inspirational Public Figure: Dr. Eka Julianta Wahjoepramono Sp BS (Linny Oscar Susanto).
Words Share Contest Inspirational Public Figure
Pengirim: Linny Oscar Susanto
Dr. Eka Julianta lahir di Klaten, 21 Juli 1958. Ia adalah seorang dokter ahli bedah syaraf, khususnya bedah batang otak dan itulah yang menjadikannya terbilang cukup langka di Indonesia. Selain itu, Ia tercatat dan mendapatkan rekor dari Muri sebagai orang yang pertama dan satu – satunya di Indonesia yang berhasil membedah batang otak pasien. Ia menimba ilmu dari Prof Dr Med Raden Iskarno SpB SpBS, perintis Bagian Bedah Saraf Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran Bandung/RS Hasan Sadikin.
S aat peluncuran buku biografi Dr Eka berjudul Tinta Emas di Kanvas Dunia di Toko Buku Gramedia, Matraman, Jakarta Timur, Kamis (25/2). Penulis buku Tinta Emas di Kanvas Dunia , Pitan Daslani, mengatakan, sudah mengecek se-Asia, sejauh ini baru Dr Eka yang pertama dan berhasil membedah batang otak.
Jika 15 tahun silam dia masih dianggap remeh dan disepelekan dokter-dokter termasuk dari Singapura, belakangan berbalik. Nama dan prestasi dokter Eka pun semakin tersohor, dan makin digemari pasien.
Teknologi baru bedah saraf otak yang ditemukan oleh Dr. Eka adalah melalui hidung yang disebutnya dengan Trans Clival. Dengan metode ini, operasi otak tanpa harus bedah tengkorak melainkan cukup melalui tulang clivus pada hidung untuk mengangkat tumor yang menempel di bawah otak. Tingkat kesulitan ini terbilang rendah.
Sebagai ahli bedah syaraf, namanya sudah tidak diragukan lagi. Tidak hanya di tingkat nasional, tetapi sudah mendunia. Sebagai contoh, Ia pun menjadi profesor tamu pada Fakultas Kedokteran Departemen Bedah Saraf Universitas Arkansas; dosen tamu pada Harvard Medical School, Massachuset, Amerika; Profesor Tamu pada Universitas Nasional Taiwan, Profesor Tamu pada Rumah Sakit Wang Fang, Taipei; dan Editorial Scientific of Australasia Neuroscience.
Edward R. Laws dari Fakultas Kedokteran Universitas Harvard, yang menjadi Presiden World Federation of Neurosurgical Societies XIII (Federasi Bedah Saraf Dunia), menilai Eka sebagai dokter luar biasa karena mempunyai ilmu membedah batang otak. Selama ini operasi batang otak tak pernah dilakukan karena berisiko mengakibatkan kematian. Namun, Eka berhasil melakukannya.
Guru besar dan ahli bedah saraf dari Taiwan, Yong Kwang Tu, juga mengagumi Eka. Menurut Kwang Tu, keahlian Eka diraih berkat keuletannya sendiri tanpa didampingi oleh seorang ahli bedah saraf.
Dokter ahli bedah saraf masih sangat langka di Indonesia. Padahal kasus bedah saraf dari tahun ke tahun meningkat. Sebagai perbandingan, RS Siloam Gleneagles di kawasan Lippo Karawaci Tangerang pada 1996 hanya menangani 50 kasus, namun pada 2006 ini yang perlu penanganan operasi hampir mendekati 500 kasus.
Biasanya, penyebab untuk kasus bedah saraf otak adalah kecelakaan, stroke, atau pembuluh darah pecah, tumor otak, tumor tulang belakang, dan sebagainya. Tetapi, Dr. Eka lebih sering menangani operasi otak karena stroke karena mencapai angka 902 kasus, tumor sebanyak 657 kasus, tumor tulang belakang 516 kasus, dan trauma akibat kecelakaan sebanyak 486 kasus.
Pasien yang berobat ke Dr. Eka pun juga sudah berdatangan dari Seluruh Indonesia, bahkan ada juga yang dari luar negri. Dan yang membuatnya bangga adalah, Ia bisa menangani pasien dengan baik. Selain itu, bila operasi di luar negri, biaya yang dibutuhkan pun cukup mahal dan kalau berobat di Indonesia, yang pastinya jauh lebih murah. Pasien dari Belanda datang ke Indonesia. Pasien dari Amerika juga datang ke Siloam. Pada saat menanyakan pasien mengapa mereka datang kepada Dr. Eka, mereka menjawab bahwa mereka mendengar dan baca di Internet bahwa reputasi Ia (Dr. Eka) juga sama dengan dokter di Amerika.' Kalaupun pakai asuransi, mereka harus tetap bayar 20 persen, yang nilainya tetap lebih mahal dibandingkan di Indonesia. Kelebihannya di Indonesia, setelah operasi mereka juga sembari bisa pergi ke Bali.
Dr. Eka juga pernah ingin mengundurkan diri dari profesinya, karena salah satu pasien yang ditanganinya meninggal dunia. Sebenarnya pasiennya masih sehat, namun memintanya segera mengoperasinya. Dan Dr. Eka yang lagi berlibur ke Selandia Baru bersama keluarga segera pulang.
Operasi pun di lakukan dan sebenarnya sukses. Namun, menjelang finish, tiba-tiba terjadi accident yang tidak diketahui dari mana, ketika ada udara masuk yang masuk melalui pernapasan dan akhirnya ke jantung sehingga pasiennya meninggal.
Setelah itu lebih dari dua minggu Dr. Eka seperti tidak bisa bangun dan selalu kepikiran. Dari direktur rumah sakit hingga rekan-rekan dokter dan perawat semua berusaha menghibur, namun Ia sudah tidak ambil peduli.
Niatnya mau berhenti saja sebagai dokter sampai akhirnya istri pasien yang meninggal itu mengirimkan SMS yang menyatakan dia ikhlas atas kepergian suaminya dan memintanya untuk tidak berhenti bekerja dan mengabdi kepada kemanusiaan. Sejak itulah jiwanya bangkit dan akhirnya melanjutkan tugas lagi.
Selain itu, Dr. Eka juga pernah menangani pasien yang terbilang kurang mampu. Dan Ia cukup bangga dengan pekerjaan mulia itu. Kalau memang ada yang tidak mampu, ada Yayasan Otak Indonesia. Dan Ia tidak mengambil biaya seperserpun.
Tetapi hanya membutuhkan banyak peralatan dan obat. Untuk itu, Ia mendapatkan dari donator. Dan pasti masih ada yang mau membantu. Prestasi membedah otak bagi orang kurang mampu berawal pada 20 Februari 2001, ketika Ardiansyah, warga Merak, Banten, datang dalam kondisi kritis. Buruh nelayan berusia sektiar 20 tahun saat itu datang dalam kondisi saraf-saraf lumpuh, kaki dan tangan lumpuh, mata pun melotot, napas tersengal-sengal. Setelah didiagnosa, Ardiansyah ini terkena tumor kavernoma yang telah pecah di pons atau batang otak. Saat itu, dokter di dunia termasuk dokter bedah saraf pun belum berani mengutak-atik batang otak, karena kalau salah sedikit pasti mati atau lumpuh. Tapi karena pilihannya mati atau hidup, Dr. Eka memberanikan diri untuk membedah batang otak Pak Ardiansyah itu.
Selain itu, ada lagi pasien miskin lainnya, yakni Jumiati. Mahmud, suaminya, kepala sekolah swasta di Cengkareng, Jakarta Barat, yang untuk memenuhi kebutuhan keuangan keluarga, bekerja sambilan sebagai pemulung sampah. Operasi Ardiansyah dan Jumiati dilayani dr Eka secara cuma-cuma di RS Siloam.
Prestasi Dr. Eka sangat membanggakan Indonesia, tawaran-tawaran pekerjaan hingga pindah kewarganegaraan. Ia pernah ditawari di Jepang dan Arkansas. Tapi Ia malah menolak karena alasan nasionalisme yang membuatnya bertahan di sini. Ia juga tersinggung kalau ada orang di luar negeri yang meredahkan atau tidak memandang Indonesia.
Alasan menolak pindah kewarganegaraan sekalipun ke negara maju dengan fasilitas bagus adalah Ia mempunyai panggilan jiwa terhadap bangsa dan Negara ini. Dan kalaupun pindah ke Amerika, namanya juga belum tentu tersohor seperti di Indonesia.
Tahun-tahun pertama, dia nyaris tak pernah libur, atau berakhir pekan bersama keluarga bahkan waktu untuk keluarga nyaris tidak ada. Bekerja dari pukul 07.00 hingga 24.00 dalam sehari, setiap hari. Barulah setelah ada tim dokter yang terdiri atas lima orang, barulah bisa cuti bergantian.
Yang membuat saya kagum dengan Dr. Eka adalah Dia dengan tulus ikhlas membantu orang – orang yang tidak mampu, memberikan harapan nyawa bagi orang – orang yang mungkin nyawanya sudah di ujung tanduk. Selain itu, Ia juga mengharumkan nama dan meningkatkan derajat Indonesia di mata dunia. Ia adalah seorang dokter bedah syaraf yang sangat handal di bidangnya. Saya sangat terinspirasi dengan dia, saya juga ingin memberikan harapan nyawa seperti dia yang juga memberikan harapan nyawa bagi orang – orang. Saya sangat termotivasi dengan Dr. Eka Julianta, walaupun dulunya ia juga orang yang tidak mampu. Ia giat belajar dan mengubah nasib hidupnya menjadi lebih baik. Dan saya percaya, Tuhan pasti memikirkan nasib umat-Nya. Apabila ada kemauan, pasti ada jalan keluarnya. Terima kasih Dr. Eka karena engkaulah yang memberikanku motivasi hidup…
18 April 2010
Words Share Contest Inspirational Public Figure
Pengirim: Linny Oscar Susanto
Dr. Eka Julianta lahir di Klaten, 21 Juli 1958. Ia adalah seorang dokter ahli bedah syaraf, khususnya bedah batang otak dan itulah yang menjadikannya terbilang cukup langka di Indonesia. Selain itu, Ia tercatat dan mendapatkan rekor dari Muri sebagai orang yang pertama dan satu – satunya di Indonesia yang berhasil membedah batang otak pasien. Ia menimba ilmu dari Prof Dr Med Raden Iskarno SpB SpBS, perintis Bagian Bedah Saraf Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran Bandung/RS Hasan Sadikin.
S aat peluncuran buku biografi Dr Eka berjudul Tinta Emas di Kanvas Dunia di Toko Buku Gramedia, Matraman, Jakarta Timur, Kamis (25/2). Penulis buku Tinta Emas di Kanvas Dunia , Pitan Daslani, mengatakan, sudah mengecek se-Asia, sejauh ini baru Dr Eka yang pertama dan berhasil membedah batang otak.
Jika 15 tahun silam dia masih dianggap remeh dan disepelekan dokter-dokter termasuk dari Singapura, belakangan berbalik. Nama dan prestasi dokter Eka pun semakin tersohor, dan makin digemari pasien.
Teknologi baru bedah saraf otak yang ditemukan oleh Dr. Eka adalah melalui hidung yang disebutnya dengan Trans Clival. Dengan metode ini, operasi otak tanpa harus bedah tengkorak melainkan cukup melalui tulang clivus pada hidung untuk mengangkat tumor yang menempel di bawah otak. Tingkat kesulitan ini terbilang rendah.
Sebagai ahli bedah syaraf, namanya sudah tidak diragukan lagi. Tidak hanya di tingkat nasional, tetapi sudah mendunia. Sebagai contoh, Ia pun menjadi profesor tamu pada Fakultas Kedokteran Departemen Bedah Saraf Universitas Arkansas; dosen tamu pada Harvard Medical School, Massachuset, Amerika; Profesor Tamu pada Universitas Nasional Taiwan, Profesor Tamu pada Rumah Sakit Wang Fang, Taipei; dan Editorial Scientific of Australasia Neuroscience.
Edward R. Laws dari Fakultas Kedokteran Universitas Harvard, yang menjadi Presiden World Federation of Neurosurgical Societies XIII (Federasi Bedah Saraf Dunia), menilai Eka sebagai dokter luar biasa karena mempunyai ilmu membedah batang otak. Selama ini operasi batang otak tak pernah dilakukan karena berisiko mengakibatkan kematian. Namun, Eka berhasil melakukannya.
Guru besar dan ahli bedah saraf dari Taiwan, Yong Kwang Tu, juga mengagumi Eka. Menurut Kwang Tu, keahlian Eka diraih berkat keuletannya sendiri tanpa didampingi oleh seorang ahli bedah saraf.
Dokter ahli bedah saraf masih sangat langka di Indonesia. Padahal kasus bedah saraf dari tahun ke tahun meningkat. Sebagai perbandingan, RS Siloam Gleneagles di kawasan Lippo Karawaci Tangerang pada 1996 hanya menangani 50 kasus, namun pada 2006 ini yang perlu penanganan operasi hampir mendekati 500 kasus.
Biasanya, penyebab untuk kasus bedah saraf otak adalah kecelakaan, stroke, atau pembuluh darah pecah, tumor otak, tumor tulang belakang, dan sebagainya. Tetapi, Dr. Eka lebih sering menangani operasi otak karena stroke karena mencapai angka 902 kasus, tumor sebanyak 657 kasus, tumor tulang belakang 516 kasus, dan trauma akibat kecelakaan sebanyak 486 kasus.
Pasien yang berobat ke Dr. Eka pun juga sudah berdatangan dari Seluruh Indonesia, bahkan ada juga yang dari luar negri. Dan yang membuatnya bangga adalah, Ia bisa menangani pasien dengan baik. Selain itu, bila operasi di luar negri, biaya yang dibutuhkan pun cukup mahal dan kalau berobat di Indonesia, yang pastinya jauh lebih murah. Pasien dari Belanda datang ke Indonesia. Pasien dari Amerika juga datang ke Siloam. Pada saat menanyakan pasien mengapa mereka datang kepada Dr. Eka, mereka menjawab bahwa mereka mendengar dan baca di Internet bahwa reputasi Ia (Dr. Eka) juga sama dengan dokter di Amerika.' Kalaupun pakai asuransi, mereka harus tetap bayar 20 persen, yang nilainya tetap lebih mahal dibandingkan di Indonesia. Kelebihannya di Indonesia, setelah operasi mereka juga sembari bisa pergi ke Bali.
Dr. Eka juga pernah ingin mengundurkan diri dari profesinya, karena salah satu pasien yang ditanganinya meninggal dunia. Sebenarnya pasiennya masih sehat, namun memintanya segera mengoperasinya. Dan Dr. Eka yang lagi berlibur ke Selandia Baru bersama keluarga segera pulang.
Operasi pun di lakukan dan sebenarnya sukses. Namun, menjelang finish, tiba-tiba terjadi accident yang tidak diketahui dari mana, ketika ada udara masuk yang masuk melalui pernapasan dan akhirnya ke jantung sehingga pasiennya meninggal.
Setelah itu lebih dari dua minggu Dr. Eka seperti tidak bisa bangun dan selalu kepikiran. Dari direktur rumah sakit hingga rekan-rekan dokter dan perawat semua berusaha menghibur, namun Ia sudah tidak ambil peduli.
Niatnya mau berhenti saja sebagai dokter sampai akhirnya istri pasien yang meninggal itu mengirimkan SMS yang menyatakan dia ikhlas atas kepergian suaminya dan memintanya untuk tidak berhenti bekerja dan mengabdi kepada kemanusiaan. Sejak itulah jiwanya bangkit dan akhirnya melanjutkan tugas lagi.
Selain itu, Dr. Eka juga pernah menangani pasien yang terbilang kurang mampu. Dan Ia cukup bangga dengan pekerjaan mulia itu. Kalau memang ada yang tidak mampu, ada Yayasan Otak Indonesia. Dan Ia tidak mengambil biaya seperserpun.
Tetapi hanya membutuhkan banyak peralatan dan obat. Untuk itu, Ia mendapatkan dari donator. Dan pasti masih ada yang mau membantu. Prestasi membedah otak bagi orang kurang mampu berawal pada 20 Februari 2001, ketika Ardiansyah, warga Merak, Banten, datang dalam kondisi kritis. Buruh nelayan berusia sektiar 20 tahun saat itu datang dalam kondisi saraf-saraf lumpuh, kaki dan tangan lumpuh, mata pun melotot, napas tersengal-sengal. Setelah didiagnosa, Ardiansyah ini terkena tumor kavernoma yang telah pecah di pons atau batang otak. Saat itu, dokter di dunia termasuk dokter bedah saraf pun belum berani mengutak-atik batang otak, karena kalau salah sedikit pasti mati atau lumpuh. Tapi karena pilihannya mati atau hidup, Dr. Eka memberanikan diri untuk membedah batang otak Pak Ardiansyah itu.
Selain itu, ada lagi pasien miskin lainnya, yakni Jumiati. Mahmud, suaminya, kepala sekolah swasta di Cengkareng, Jakarta Barat, yang untuk memenuhi kebutuhan keuangan keluarga, bekerja sambilan sebagai pemulung sampah. Operasi Ardiansyah dan Jumiati dilayani dr Eka secara cuma-cuma di RS Siloam.
Prestasi Dr. Eka sangat membanggakan Indonesia, tawaran-tawaran pekerjaan hingga pindah kewarganegaraan. Ia pernah ditawari di Jepang dan Arkansas. Tapi Ia malah menolak karena alasan nasionalisme yang membuatnya bertahan di sini. Ia juga tersinggung kalau ada orang di luar negeri yang meredahkan atau tidak memandang Indonesia.
Alasan menolak pindah kewarganegaraan sekalipun ke negara maju dengan fasilitas bagus adalah Ia mempunyai panggilan jiwa terhadap bangsa dan Negara ini. Dan kalaupun pindah ke Amerika, namanya juga belum tentu tersohor seperti di Indonesia.
Tahun-tahun pertama, dia nyaris tak pernah libur, atau berakhir pekan bersama keluarga bahkan waktu untuk keluarga nyaris tidak ada. Bekerja dari pukul 07.00 hingga 24.00 dalam sehari, setiap hari. Barulah setelah ada tim dokter yang terdiri atas lima orang, barulah bisa cuti bergantian.
Yang membuat saya kagum dengan Dr. Eka adalah Dia dengan tulus ikhlas membantu orang – orang yang tidak mampu, memberikan harapan nyawa bagi orang – orang yang mungkin nyawanya sudah di ujung tanduk. Selain itu, Ia juga mengharumkan nama dan meningkatkan derajat Indonesia di mata dunia. Ia adalah seorang dokter bedah syaraf yang sangat handal di bidangnya. Saya sangat terinspirasi dengan dia, saya juga ingin memberikan harapan nyawa seperti dia yang juga memberikan harapan nyawa bagi orang – orang. Saya sangat termotivasi dengan Dr. Eka Julianta, walaupun dulunya ia juga orang yang tidak mampu. Ia giat belajar dan mengubah nasib hidupnya menjadi lebih baik. Dan saya percaya, Tuhan pasti memikirkan nasib umat-Nya. Apabila ada kemauan, pasti ada jalan keluarnya. Terima kasih Dr. Eka karena engkaulah yang memberikanku motivasi hidup…
18 April 2010
Sufyan bin Uyainah; “άkû tidak pernah tau orang yg paling takut kepada Allah selain Fudhail ϑαπ anaknya”.
Oleh Ust Naharuddin: :: Ali bin Fudhail bin Iyadh..
Abu Bakar bin Ayyasy; “Celakalah engkaú.. Tidakkah engkau memiliki rasa takut seperti Fudhail ϑαπ anaknya?!”.
Beliau juga berkisah; “άkû sholat maghrib dibelakang Fudhail, sdg anaknya Ali disampingku, lalu Fudhail membaca “alhakumut takatsur” sampai ketika pada ayat;
لَتَرَوُنَّ الجَحِيْم
Ali jatuh pingsan, άkû ikut menunggu Ali sampe lewat sepertiga malam ϑαπ belum sadarkan diri”.
Muhammad bin Najiyah berkisah; “Άkû sholat subuh ϑί belakang Fudhail, Ia membaca “Al haaqqoh”, sampai pada ayat
خُذُوْهُ فَغُلُّوْهُ
Ali pun menangis lalu jatuh pingsan”.
Al Khatib berkata; “Ali meninggal sesaat sebelum bapaknya, kärena ayat yg didengarnya, lalu Ia pingsan ϑαπ meninggal saat itu juga”.
Ibrahim bin Basyar bercerita; “ayat yg membuat Ali meninggal ialah; [QS. Al an'am: 27]
وَلَوْ تَرَى إِذْ وُقِفُوا عَلَى النَّارِ فَقَالُوا يَا لَيْتَنَا نُرَدُّ.
Di ayat itulah Ali meninggal [setelah sebelumnya pingsan] ϑαπ άkû termasuk yg mensholatkan nya”.
Fudhail bermunajat; “Ya Allah.. Άkû telah berusaha mendidik Ali, namun άkû tidak mampu, lalu Engkau mendidiknya untukku”.
Silahkan buka ayat-ayat diatas.. Dan dapatkan! Apakah hati kita mirip atau paling tidak jauhan sedikit dg hatinya Ali bin Fudhail bin Iyadh.
------------------
Abu Bakar bin Ayyasy; “Celakalah engkaú.. Tidakkah engkau memiliki rasa takut seperti Fudhail ϑαπ anaknya?!”.
Beliau juga berkisah; “άkû sholat maghrib dibelakang Fudhail, sdg anaknya Ali disampingku, lalu Fudhail membaca “alhakumut takatsur” sampai ketika pada ayat;
لَتَرَوُنَّ الجَحِيْم
Ali jatuh pingsan, άkû ikut menunggu Ali sampe lewat sepertiga malam ϑαπ belum sadarkan diri”.
Muhammad bin Najiyah berkisah; “Άkû sholat subuh ϑί belakang Fudhail, Ia membaca “Al haaqqoh”, sampai pada ayat
خُذُوْهُ فَغُلُّوْهُ
Ali pun menangis lalu jatuh pingsan”.
Al Khatib berkata; “Ali meninggal sesaat sebelum bapaknya, kärena ayat yg didengarnya, lalu Ia pingsan ϑαπ meninggal saat itu juga”.
Ibrahim bin Basyar bercerita; “ayat yg membuat Ali meninggal ialah; [QS. Al an'am: 27]
وَلَوْ تَرَى إِذْ وُقِفُوا عَلَى النَّارِ فَقَالُوا يَا لَيْتَنَا نُرَدُّ.
Di ayat itulah Ali meninggal [setelah sebelumnya pingsan] ϑαπ άkû termasuk yg mensholatkan nya”.
Fudhail bermunajat; “Ya Allah.. Άkû telah berusaha mendidik Ali, namun άkû tidak mampu, lalu Engkau mendidiknya untukku”.
Silahkan buka ayat-ayat diatas.. Dan dapatkan! Apakah hati kita mirip atau paling tidak jauhan sedikit dg hatinya Ali bin Fudhail bin Iyadh.
------------------
Sabtu, 18 Januari 2014
Makan Minum Tangan Kiri.
Hendaklah kita sebagai kaum Muslimin, makan dan minum dengan tangan kanan.
Terdapat larangan keras makan dan minum dengan tangan kiri.
A. Bismillah, Tangan Kanan.
Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam bersabda,
يَا غُلَامُ سَمِّ اللَّهَ وَكُلْ بِيَمِينِكَ
“Wahai anak muda, sebutlah nama Allah, dan makanlah dengan tangan kananmu..." (HR. Al-Bukhari no. 5376 dan Muslim no. 2022)
B. Jangan Menyerupai Setan.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
إِذَا أَكَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَأْكُلْ بِيَمِينِهِ وَإِذَا شَرِبَ فَلْيَشْرَبْ بِيَمِينِهِ فَإِنَّ الشَّيْطَانَ يَأْكُلُ بِشِمَالِهِ وَيَشْرَبُ بِشِمَالِهِ
“Apabila salah seseorang di antara kalian makan, maka hendaknya dia menggunakan tangan kanannya.
Jika dia minum maka hendaknya menggunakan tangan kanannya juga.
Karena sesungguhnya setan makan dan minum dengan tangan kirinya...” (HR. Muslim: 3764)
Bila kita sudah mengetahui bahwa setan musuh terbesar manusia..
Mengapa masih ada yang menyerupainya...?
Meskipun dalam perkara makan dan minum saja.
@sahabatilmu
Terdapat larangan keras makan dan minum dengan tangan kiri.
A. Bismillah, Tangan Kanan.
Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam bersabda,
يَا غُلَامُ سَمِّ اللَّهَ وَكُلْ بِيَمِينِكَ
“Wahai anak muda, sebutlah nama Allah, dan makanlah dengan tangan kananmu..." (HR. Al-Bukhari no. 5376 dan Muslim no. 2022)
B. Jangan Menyerupai Setan.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
إِذَا أَكَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَأْكُلْ بِيَمِينِهِ وَإِذَا شَرِبَ فَلْيَشْرَبْ بِيَمِينِهِ فَإِنَّ الشَّيْطَانَ يَأْكُلُ بِشِمَالِهِ وَيَشْرَبُ بِشِمَالِهِ
“Apabila salah seseorang di antara kalian makan, maka hendaknya dia menggunakan tangan kanannya.
Jika dia minum maka hendaknya menggunakan tangan kanannya juga.
Karena sesungguhnya setan makan dan minum dengan tangan kirinya...” (HR. Muslim: 3764)
Bila kita sudah mengetahui bahwa setan musuh terbesar manusia..
Mengapa masih ada yang menyerupainya...?
Meskipun dalam perkara makan dan minum saja.
@sahabatilmu
Langganan:
Postingan (Atom)