Kamis, 23 Mei 2013

Larangan at-Tasybik (Menjalin Jari-Jemari) Ust Abu Ayyub A. Makmun

Hendak menuju masjid guna menunaikan shalat..?

Baik shalat Jum'at nanti maupun shalat lainnya.

Yuks perhatikan adab yang dituntunkan.

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إذا توضأ أحدكم في بيته ثم أتى المسجد كان في صلاة حتى يرجع فلا يقل هكذا وشبك بين أصابعه

“Apabila seseorang diantara kalian berwudhu di rumahnya lalu ia menuju masjid, maka ia senantiasa dalam keadaan shalat hingga kembali pulang ke rumahnya.

Karenanya, janganlah ia melakukan seperti ini..!
Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mencontohkan dengan menjalin jari-jemarinya (tasybik)”
(HR. Ibnu Khuzaimah, ad-Daarimi, al-Hakim; dishahihkan Syaikh al-Albani)

Dalam riwayat lain, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

"إذا توضّأ أحدكم فأحسن وضوءه، ثمّ خرج عامداً إلى المسجد فلا يشبِّكنَّ يديه فإِنه في صلاةٍ".

"Jika salah seorang diantara kalian berwudhu, maka hendaknya membaguskan wudlhunya, kemudian ia menuju masjid; janganlah ia menjalin jari-jemarinya. Sesungguhnya ia dalam keadaan shalat”
(HR. At-Tirmidzi, Abu Dawud; Ahmad, dishahihkan Syaikh al-Albani)

Faidah:

1. Keutamaan berwudhu di rumah dan mendatangi masjid dengan wudhunya tersebut.

2. Makruh (dilarang/dibenci) menjalin jari-jemari saat keluar menuju masjid, menunggu pelaksanaan shalat hingga shalat selesai ditunaikan.

3. Bagusnya cara pengajaran Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan memberikan contoh langsung dihadapan para sahabat.

Walau larangan tidak mencapai haram, namun ketahuilah bahwa yang melarang dan membenci perbuatan makruh adalah Allah dan RasulNya. Maka selayaknya kita tinggalkan.

Diingatkan ya kepada sanak saudara dan karib kerabat agar tidak ber-tasybik saat persiapan shalat jum'at nanti dan shalat lainnya.

@sahabatilmu

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar